Oleh: Tri Ayodha Ajiwiguna
Air tawar sangat penting bagi manusia untuk kehidupannya. Di
permukaan bumi ketersediaan air memang melimpah, namun sebagian besarnya berada
di lautan sehingga merupakan air asin yang tidak dapat digunakan untuk kebuthan
dasar manusia seperti mimum, mencuci, pengairan sawah, dan lain sebagainya. Air
laut menjadi asin karena didalamnya terlarut garam. Oleh karena itu pemisahan
garam dari air laut dapat menghasilkan air tawar. Proses ini disebut dengan
desalinasi air laut. Banyak daerah di dunia, termasuk di Indonesia, yang
memiliki permasalahan keterbatasan air tawar dan bersih. Oleh karena itu
desalinasi bisa menjadi salah satu solusi dari permasalahan ini.
Secara umum dsalinasi dapat dikelompokkan mejadi dua jenis,
yaitu desalinasi termal dan desalinasi membran. Desalinasi termal menggunakan
energi kalor prosesnya. Saat air laut dipanaskan maka terjadi proses penguapan.
Uap yang dihasilkan tidak mengandung garam sehingga apabila uap ini
dikondensasikan maka menjadi air tawar. Desalinasi membran menggunakan saringan
untuk memisahkan garam dan air. Secara sederhana, saat air laut melewati membran
maka hanya air yang bisa melewati menbran tersebut sehingga air tawar dapat
dihasilkan setelah melewati membran tersebut.
Beberapa metode desalinasi yang saat ini dikenal antara lain:
distilasi, humidification-dehumidification, elektrodialisis, multi-effect
distillation, multi stage flash distillation dan reverse osmosis. Dari semua
metode desalinasi yang tersebut itu, reverse osmosis adalah yang paling banyak
digunakan saat ini.
keyword: desalinasi, desalination, air tawar