Saturday, March 30, 2024

Mengenal Audit Energi Bangunan

Apa itu audit energi?

Audit energi adalah sebuah kegiatan pengecekan aliran energi untuk mencari peluang penghematan energi. Penggunaan energi sudah seharusnya sesuai dengan kebutuhan. Tidak sedikit bangunan-bangunan atau industri yang melakukan pemborosan energi baik itu sengaja ataupun tidak sengaja. Bijak dalam mengkonsumsi energi juga merupakan bagian dari usaha manusia untuk menjaga lingkungan. Dengan melakukan pemborosan energi, maka secara tidak langsung telah meningkatkan emisi CO2 yang berdampak pada pemanasan global. 



Sumber gambar: https://www.buildingenergyvt.com/


Mayoritas pembangkit listrik di dunia saat ini masih bergantung pada energi fosil, terutama batu bara. Pembakaran batubara menghasilkan emisi CO2 yang merupakan gas utama penyebab efek rumah kaca. Audit energi merupakan salah satu langkah awal untuk mengkonsumsi energi lebih bijak.


Bangunan merupakan salah satu pengkonsumsi energi terbesar. Hal ini dikarenakan bangunan membutuhkan listrik untuk membuat penghuni bangunan merasakan nyaman. Dengan bangunan yang nyaman, maka penghuni bisa menjadi lebih produktif bekerja di dalam bangunan.  Dari sekian banyak alat-alat dalam bangunan, sistem tata udara merupakan aspek yang biasanya paling besar mengkonsumsi energi dibandingkan dengan aspek lain. Disusul kemudian dengan tata cahaya. Oleh karena itu, kedua aspek ini selalu menjadi aspek yang harus diaudit.


Apa yang didapat setelah melakukan audit energi bangunan?


Setelah dilakukannya audit energi, maka setidaknya ada beberpar luaran antara lain:

  • Laporan hasil inspeksi, biasanya memuat informasi bagian peralatan yang dominan mengkonsumsi energi

  • Rekomendasi agar fungsi bangunan dapat sesuai dengan standar yang ada

  • Rekomendasi peluang penghematan energi 

  • Analisis ekonomi jika rekomendasi yang diberikan dilaksakanan



Siapa yang diperbolehkan untuk melakukan audit energi?


Sebenarnya audit energi dapat dilakukan oleh siapa saja yang memiliki pengetahuan dan keterampilan melakukan audit. Namun, untuk keperluan-keperluan tertentu, hanya orang-orang yang telah tersertifikasi sebagai auditor energi yang diakui hasil auditnya. Para auditor energi ini sudah teruji oleh badan sertifikasi bahwa yang bersangkutan memiliki kemampuan untuk melakukan audit energi dengan standar yang berlaku. Di Indonesia, profesi auditor energi disertfikasikan oleh badan nasional sertifikasi profesi (BNSP).


(Tri Ayodha Ajiwiguna)


Sunday, March 24, 2024

Bagaimana mengestimasikan berapa lama baterai dapat dipakai?

Baterai saat ini menjadi salah satu teknologi yang sangat dibutuhkan, terutama pada kendaran  listrik dan sistem pembangkit listrik tenaga surya sebagai media penyimpan energi. Pada kendaraan listrik baterai berfungsi sebagai penyuplai energi untuk menggerakkan motor. Baterai ini dapat diisi (charge) pada saat kendaraan listrik sedang tidak digunakan. Sedangkan pada PLTS, baterai sangat dibutuhkan, terutama sistem off-grid yang tidak tersambungkan dengan sumber listrik lain yang lebih handal. Pada saat listrik yang dihasilkan oleh solar panel berlebih di siang hari yang terik, maka kelebihan listrik ini akan disimpan pada baterai, yang kemudian akan digunakan saat solar PV tidak menghasilkan cukup listrik untuk kebutuhan pengguna.

Secara pemakaiannya, ada dua macam baterai: baterai primer dan baterai sekunder. Kedua baterai ini memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Baterai primer memiliki kerapatan energi yang lebih besar namun tidak dapat dicharge kembali. Sedangkan baterai sekunder memiliki kerapatan energi yang lebih rendah, namun dapat dicharge kembali.

Baik dalam bidang kendaraan listrik dan sistem PLTS, baterai dapat dikatakan sebagai salah satu komponen termahal dan berumur relatif pendek. Akibatnya baterai ini mengalami kerusakan maka biasanya menjadi mahal. Peratanyaannya adalah: Berapa sih umur baterai?

Penentuan berapa lama umur baterai sering kali tidak dibahas dalam satuan waktu seperti jam dan tahun. Namun, umur baterai sering kali ditunjukkan dalam satuan cycle (siklus). Cycle dalam baterai didefinisikan sebagai satu kali digunakan (discharge) dan diisi (charge).  Untuk lebih jelasnya bisa dilihat gambar grafik untuk baterai jenis LifePo4 berikut ini.

Gambar 1. Pengaruh DoD terhadap siklus baterai

Sumber gambar: https://batteryfinds.com/does-lifepo4-battery-cycle-life-matter/

Dalam gambar di atas terdapat beberapa variable antara lain capacity, cycle life, Dan DoD. Capacity menunjukkan kapasitas baterai, 100 % capacity menunjukkan bahwa kapasitas yang dapat digunakan. Cycle life menunjukkan jumlah siklus baterai, yaitu charge (diisi) dan discharge (digunakan). Sedangkan DoD merupakan singkatan dari depth of discharge, yaitu banyak energi yang digunakan baterai dalam setiap siklusnya. Misal, 80% DoD berarti pemakaian baterai tersebut hingga 80% kapasitas baterai.

Gambar diatas adalah contoh grafik pengaruh DoD sebuah baterai terhadap jumlah siklus. Sebagai contoh jika seseorang menggunakkan baterai ini hingga DoD 80% maka setelah sekitar 4500 siklus, baterai tersebut sudah mengalami perunuran performansi sehingga hanya dapat digunakan 80% Dari kapasitas semula. Dengan cara ini, maka umur pemakaian baterai dapat diestimasikan dengan lebih mudah. 

Setiap produk baterai seharusnya memiliki grafik yang diterbitkan oleh produsen baterai atau lembaga pengujian yang memiliki kompetensi yang terkait. Atau setidaknya jenis baterai, contoh Li-Ion, LifePo4, atau VRLA, memiliki karakteristik yang berbeda.


(Tri Ayodha Ajiwiguna)

Sistem PLTS Off-grid

Oleh: Tri Ayodha Ajiwiguna Salah satu sistem pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) adalah off-grid. Sistem ini merupakan sistem ...