Penjelasan Data Teknis Modul Termoelektrik dan contoh penggunaannya


Modul termoelektrik yang diproduksi oleh produsen biasanya dilengkapi dengan data teknis mengenai modul tersebut. Data teknis ini dibuat untuk memudahkan konsumen dalam memilih, menghitung, dan menggunakan modul termelektrik sesuai dengan kebutuhannya. Data teknis ini dapat berupa informasi tentang besarnya parameter-parameter tertentu atau dapat pula berupa grafik yang menjelaskan sifat dari modul tersebut. 

A.                  Parameter data teknis

Data teknis yang biasanya disertakan pada modul termoelktrik antara lain adalah Tmax Imax, Qmax, Vmax, dan dimensinya (panjang, lebar, tebal).  Berikut adalah penjelasan dari parameter tersebut:

  • Tmax adalah perbedaan temperatur terbesar antara sisi panas dan sisi dingin dari sebuah modul termoelektrik. Kondisi ini hanya dapat tercapai jika sisi dingin dari modul termoelektrik terisolasi sempurna. 
  • Imax adalah arus listrik yang menyebabkan terjadinya perbedaan temperatur terbesar (Tmax).
  • Qmax ­adalah batas penyerapan kalor yang dapat dilakukan oleh modul termoelektrik.
  • Vmax adalah tegangan yang dihasilkan jika arus Imax mengalir pada modul termoelektrik


Dengan adanya informasi parameter modul termoelektrik di atas, maka koefisien Seebeck, hambatan panas, dan hambatan listrik dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut:

Koefisen Seebeck (V/K) :

Hambatan Termal (K/W):

Hambatan Listrik (Ohm):


Jika koefisien Seebeck, hambatan panas, dan hambatan listrik sudah diketahui, maka figure of merit dari modul termoelektrik dapat dihitung.

Contoh kasus:
Sebuah modul termelektri memiliki data teknis sebagai berikut:



Hitunglah besarnya koefisien seebeck, hambatan panas, dan hambatan listrik dari modul tersebut jika dioperasikan pada Th=50 oC?

Jawab:

Koefisien Seebeck:


 Hambatan Termal:


Hambatan Listrik:


Jika parameter di atas sudah diketahui, maka kalor yang diserap dan dibuang dapat dihitung dengan cara seperti yang dilakukan dijelaskan di:  dasar perhitungan termoelektrik dan dcontohkan di:

B.               Grafik Data Teknis


Selain dalam bentuk informasi parameter-parameter penting sebuah modul termoelektrik, data teknis dapat pula berupa grafik-grafik mengenai kinerja dari modul termolektrik tersebut.  dibawah ini merupakan salah satu contoh dari grafik.




Pada gambar terdapat dua buah gambar yang menunjukkan performa sebuah modul termoelektrik, yaitu untuk sisi panas bertemperatur 27 oC dan 50 oC. Masing-masing dari grafik diatas terdiri dari tiga macam variable yaitu perbedaan temperatur antara kedua sisi modul (T) ditunjukkan oleh sumbu horizontal, Laju penyerapan kalor (Qc) ditunjukkan oleh sumbu vertikal, dan arus listrik (I) ditunjukkan oleh garis miring berwarna pink, biru, merah dan hitam. Hubungan antara ketiga variable ini digambarkan dengan sebuah grafik.Untuk menentukan besarnya salah satu variable, maka setidaknya dibutuhkan dua variable yang harus diketahui. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut.

Contoh Kasus:
Sebuah termoelektrik memiliki data teknis seperti pada gambar di atas. Jika temperatur sisi yang panas dijaga agar  50 oC dan sisi dingin harus mendinginkan sebuah objek agar temperaturnya maksimal 5 oC. Jika arus yang diberikan ke modul termoelektri adalah 3 A. Berapa laju aliran kalor yang dapat diserap oleh modul termoelektrik?  


Jawaban:

Untuk menjawab pertanyaan ini maka perlu mencari titik potong antra kedua variable yang diketahui, kemudian mencari ljalju aliran kalor yang diserap.
Perbedaan tempertur anta kedua sisi : T=50 oC -5 oC =45 oC.
Arus listrik: I=3A

Dengan melihat grafik gambar sebelah kanan maka dapat dengan mudah diketahui bahwa laju penyerapan kalornya adalah 17.5 Watt

Pada dasarnya masih banyak jenis grafik yang menjelaskna kinerja dari sebuah modul termoelektrik, namun prinsip membacanya adalah sama. Beberapa contoh grafik lainnya adalah sebagai berikut:





Keyword: Thermoelectric, Peltier, Perhitungan, Data sheet, Grafik

Referensi:

"Method for thermoelectric cooler utilization using manufacturer’s technical information"

24 comments:

  1. Selamat malam,
    Sebelumnya mau nanya, untuk soal pertama maksud dari "jika dioperasikan pada Th=50 oC?" apa ya ?
    Apakah koefisien Seebeck itu berubah2 bergantung suhu lingkungannya ?
    yang dimaksud Th itu apakah Suhu pada sisi Panas, atau Selisih suhu panas dengan dinginnya ?
    Terima kasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Post ini berisi penjelasan data teknis ketika termoelektrik digunakan sebagai pendingin. Nah maksudnya gini mas, kalau kita kasih arus listrik ke modul, maka satu sisinya jadi dingin dan sisi yang lainnya jadi panas. Sisi yang panas harus dijaga temperaturnya serendah mungkin agar sisi dinginnya menjadi sangat dingin. Nah kalau sisi panasnya suhunya 50 oC maka performanya kurang lebih sama dengan grafik diatas.

      2. Seebeck coefficient tergantung suhu dari bahan pembuat termoelektriknya, bukan suhu lingkungannya. Jadi kalau kita gunakan TEC ini dimana saja akan sama Seebeck koefisisnnya jika suhu bahannya tidak berubah.

      3. Th itu suhu sisi panas.Kalau selisih suhu deltaT

      Delete
  2. selamat siang mas.
    mas ketika saya jaga sisi panasnya di 50 celcius. arus di 3,2 ampere dan tegangan 12 volt. saya pengen dpt delta t 80 celcius sehingga sisi dinginnya -30 celcius. q coldnya 0 celcius. jd sebenarnya yg di atur apanya ya mas ketika saya pengen sisi dinginnya -30 celcius?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siang mas,

      Oke, mas pake peltier seri apa ya?Silakan dilihat di datasheetnya.
      Mungkin makasud mas Nur adalah q coldnya 0 Watt (mas nulisnya 0 clesuis) ya?
      q cold = 0 Watt itu tidak mungkin dicapai, karena secara teori tidak ada bahan insulasi yang memiliki konduktifitas termal (k) sebesar 0. Namun mendekati nilai 0 bisa, dengan menginsulasi sisi dingin dengan bahan yang nilai k nya sangat kecil seperti polyfoam yang memiliki nilai k kira2 0.03 W/mK.

      Nah intinya untuk mendapatkan delta T sebesar mungkin maka sisi dingin dilapisi dengan bahan insulasi yang baik.

      Delete
  3. ketika saya mau delta t nya 80 celcius otomatis q coldnya 0 berdasarkan grafik. sedangkan untuk mencari q cold dibutuhkan delta t berdasarkan rumus. jadi apanya yg disetel mas?

    ReplyDelete
  4. jika suhu sisi panas tdk sesuai dgn data teknis, berarti koef Seebeckmya dicari melalui gradien suhu di grafik?

    ReplyDelete
  5. Cara sederhananya gini mas (cmiiw), biasanya dari data teknis ada 2 temperatur panas contohnya 25 dan 50 celsius.
    1. Kalau sisi panasnya antara 25 dan 50 diinterpolasi saja untuk pendekatannya.
    2. Kalau di atas 50 celsius, selama tidak terlalu jauh bisa gunakan ekstrapolasi.

    ReplyDelete
  6. Mas mau nanya nih mas penting banget soalnya. Kalo baca grafik yg y=v, x=delta T, dan arus gimana mas.. Bisa kasih contoh... Terus peltier itu dikasih tegangan atau arus mas.... Kalo misalnya saya kasih tegangan dc charger hp 5v dan arus maxnya 0,5 amper bisakah dan delta T nya akan berapa..
    Mohon dijawab ya mas terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ditunggu ya mas jawabannya.

      Delete
    2. 1. Untuk menentukan arus bisa dilihat di sini mas:
      Cara memperkirakan kapasitas termoelektrik

      2. 5V, 0.5 A
      Bisa saja mas. kita asumsikan bahwa Th = 50 oC. Nah dari situ bisa kita liat arus nya lebih besar dari 0.5 A atau tidak. Untuk TEC1-12706 terlihat bahwa jika tegangannya diberikan 5V maka arusnya minimal sekitar 1.2 Ampere. Ini pun jika delta Tnya sekitar 80 oC (yang mungkin sulit terjadi).
      Atau kita bisa asumsikan bahwa delta Tnya 30 oC, maka arusnya menjadi sekitar 1.6 Ampere.
      Ini artinya charger mas iqbal ga mampu untuk memberikan tegangan 5V ke peltier karena arus maximum yang mampu disediakan oleh charger mas Iqbal adalah 0.5 Ampere.

      Apa yang terjadi jika terjadi seperti ini?
      Ada beberapa kemungkinan:
      1. Tegangan charger akan turun sehingga arusnya menjadi 0.5 A. Kasus ini biasanya terjadi untuk catu daya yang dilengkapi pengontrol

      2. Charger akan mati, kemudian setelah arus sudah kecil maka charger akan nyala kembali

      3. Fuse (sikring) putus atau ada komponen lain yang terbakar.

      Jika charger mas Iqbal adalah yang no 1, maka arusnya tetap 0.5 A

      Sekali lagi mas bisa baca di sini

      Cara memperkirakan kapasitas termoelektrik

      Delete
  7. Mas ada pembahasan mengenai generator termoelctrik gk mas?? Kalo peltier tec12706 bisa jadi generator termoelctrik gk mas ?? Thermoelectrik yg khususu buat generator ada gk mas yg efisiensinya agak tinggi...?

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Pembahasan generator termoelektrik?
      Belum sempat buat mas, sebenernya ada sih. insya Allah kalau sudah saya tulis saya post di blog ini.

      2. TEC1-12706 bisa jadi generator?
      Pada dasarnya termoelektrik bisa digunakan sebagai keduanya, yaitu sebagai pendingin/pemanas dan generator listrik. Jika modul termoelektrik teraliri arus listrik maka akan ada sisi dingin dan panas.
      Sebaliknya jika kedua sisi termoelektrik berbeda suhunya maka akan ada tegangan yang muncul.
      Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa TEC1-12706 dapat digunakan sebagai generator. Namun, harus dicek kembali pada datasheetnya bahwa maximum suhu yang diperbolehkan adalah 138 oC. Di suhu ini solderan di dalam modul mulai meleleh dan akhirnya rusak.

      3. Termoelektrik khusus buat generator?
      Ada, biasanya kode depannya TEG, tapi yang ini saya ga jual. Yang saya jual yang agak lebih baik dari TEC1-12706 sebagai generator listrik yaitu Termoelektrik SP1848 27145 SA. Bisa dilihat disini
      Termoelektrik SP1848 27145 SA


      Sama seperti yang ini mas:
      link luar negeri

      Delete
    2. wah postingannya sangat bermanfaat mas, kebetulan saya sedang belajar termoelektrik di kampus. boleh tau ga mas sumbernya dari buku apa?

      Delete
    3. Ada beberapa sumber mas, yang biasa saya pakai adalah:
      1. G. Gromov, Z-Meter: Easy to Use Applivation and Theory
      2. Simon Lineykin, Modeling and Analysis of Thermoelectric Modules, IEEE Transactions on Industry, Volume 43 No 2

      Delete
  8. Min mau tanya bedanya peltier TEC1-12710 sama TEC1-12706 apa ya min?soalnya kalau liat datasheet delta T maxnya sama.Apakah yg 12710 bisa.lebih cepat dingin apa gmna?makasih min mohon pencerahannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. Dalam seri termoelektrik modul 127 berarti jumlah pelet di dalam TEC sedangkan 06 dan 10 adalah arus yang mengalir pada TEC pada kondisi tertentu yang sama. Pertaman, jika dilihat dari spesifikasi ini yang membedakan adalah arus yang mengalir. Kedua biasanya yang kita lihat dari sebuag TEC bukan hanya delta Tmaxnya saja, tapi juga kapasitas pendingingannya biasanya dilambangkan Qc. Semakin tinggi Qc maka laju penyerapan kalor semakin besar sehingga untuk mendinginkan objek yang sama TEC tersebut lebih cepat mendinginkan atau lebih dingin hasilnya.

      Delete
  9. Min mohon penjelasannya..... Sy Menggunakan teg SP1848 untuk generator thermoelektrik...kenapa pada saat delta T lebih besar dayanya turun...

    ReplyDelete
  10. bisa lebih spesifik percobaannya gimana?
    Ngukut deltaT gimana?
    ngukur daya gimana?
    Bisa dishare datanya?

    ReplyDelete
  11. Mas ada pembahasan mengenai generator termoelctrik gk mas??

    ReplyDelete
  12. Mas mau tanya arus max dari peltier SP 1848 271445 SA berapa ya amper max nya yg di gunkan

    ReplyDelete
  13. Saya masih bingung dengan contoh Hambatan Thermal nya.
    Bagaimana bisa menentukan Delta T max dengan nilai 71 dan yang satu nya lagi dengan nilai 75?
    Dan bagaimana menentukan nilai I max dengan 8?

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. Jika Th nya menggunakan satuan Kelvin, apa Delta T max nya harus menggunakan satuan Kelvin?

      Delete